CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 23 Juli 2008

The Rising of a New Religion

Introductory

Sebelum saya memulai penelaahan lebih jauh tentang kebangkitan agama baru ini, izinkan saya membuka pandangan kita lebih jauh tentang agama sendiri. Apa itu agama? Apa itu iman? Mengapa agama menjadi begitu penting dalam kehidupan manusia?

Agama sendiri, menurut pandangan saya, adalah sebuah keyakinan. Keyakinan yang menyatakan apa yang benar dan apa yang salah. Sebuah keyakinan yang membawa kita kepada sebuah pemahaman spiritual. Sebuah keyakinan yang diperlukan untuk menerangi kita dalam menunjukkan kesucian hati kita.

Agama yang kita kenal sekarang, atau apa yang kita biasa sebut dengan agama: Islam, Kristen, Kristen Katolik, Buddha, Hindu, Taoisme, Konghucu, Yudaisme, dan lain sebagainya; disebut agama, karena keyakinan-keyakinan tersebut adalah keyakinan yang berhasil “menarik hati” banyak pengikut. Entah karena ajaran-ajarannya yang memberikan kedamaian pada orang-orang yang mendengarnya, ataupun karena pemimpin agama yang membawa ajaran tersebut memiliki karisma yang luar biasa, memberikan suatu gaya tarik, layaknya gravitasi; ada juga kemungkinan bahwa ajaran tersebut memiliki secercah cahaya kebenaran, atau mungkin, mudah dicerna oleh manusia pada umumnya.

Sedangkan iman adalah keyakinan yang dimiliki oleh seorang individu. Sebuah keyakinan yang entak diakui atau tidak namun dipercaya oleh orang tersebut. Iman sendiri mempunyai nama lain yaitu: mindset. Pola pikir seseorang, atau paradigma seseorang adalah iman yang bersangkutan. Cara pandang manusia terhadap sesuatu adalah iman yang akan menentukan kehidupan individu yang bersangkutan. Iman adalah sesuatu yang bersifat individual, bukan kelompok. Walaupun di dalam sebuah kelompok yang satu dan sama, tidak bisa dipastikan setiap individu di dalam kelompok tersebut memiliki iman yang sama. Jadi, sebagaimanapun Anda mencoba mengubah atau mempengaruhi iman seseorang, semuanya akan berakhir sia-sia sebelum pola pikir atau cara pandang individu tersebut berubah.

Mengapa iman menjadi begitu penting di dalam kehidupan manusia? Adakah iman dalam seorang “atheis”? Kedua pertanyaan tersebut, mau tidak mau, harus saya jawab, ya! Iman adalah satu faktor kehidupan yang sangat fundamental di dalam perjalanan hidup seorang manusia. Manusia disebut-sebut sebagai makhluk spiritual, di samping makhluk ekonomi, social, dan lain sebagainya. Karena memang ada sebuah bagian di dalam “hati” manusia (bukan “hati” secara harfiah) yang didedikasikan untuk spiritualitas.

Lebih lanjut bisa saya jabarkan dalam chapter-chapter selanjutnya; namun secara garis besar, saya akan perkenalkan dua pernyataan ini:
1. Dunia seseorang berlaku sesuai dengan pandangan orang tersebut pada dunia.
2. Manusia memiliki kuasa yang jauh lebih besar daripada bayangan kita pada umumnya. Namun, ada suatu energi/kuasa yang lebih besar dari kuasa yang dimiliki manusia, yang mengatur dunia secara universal agar tidak terjadi tumpang tindih power antar individu dan tetap terjaganya kesetimbangan dalam kehidupan di dunia.
Jadi, iman diperlukan dalam kehidupan manusia – selain yang sudah disebutkan di paragraph sebelumnya – karena iman menentukan kehidupan manusia. Aturan-aturan atau regulasi, sebab-akibat yang berlaku di dalam kehidupan seseorang berdasarkan atas imannya. Hal yang kedua adalah karena jauh di dalam lubuk hati manusia, manusia membutuhkan sosok yang lebih besar, agung, daripada dirinya sendiri. Sosok tersebut bisa berupa apa saja, tidak hanya terbatas oleh sosok dewa-dewa atau Tuhan.

Pandangan baru tentang agama yang sudah saya coba gambarkan dalam bagian introductory ini, menjelaskan sudah tentang definisi agama dan iman, dan alasan mengapa agama sangat penting di dalam kehidupan manusia. Saya akan coba membawa Anda ke dalam penelusuran lebih dalam tentang kebangkitan agama baru ini, yang tanpa kesadaran kita akannya mungkin akan menghapuskan batasan-batasan agama yang ada sebelumnya. Bahkan mungkin, agama yang sebelumnya exist, akan hilang dari peredaran.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

apa yang bikin lo segitu girangnya membuat agama baru ini ?
apa yang di tawarkan? apa yang akan dijunjung tinggi ? kenapa lo mendobrak dunia dengan gaya baru ?
ga salah sih ..